Posts Tagged ‘renungan’

Asyiknya Bermanja pada-Nya

Suatu hari,
Saat Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم mengunjungi para tawanan perang,
Di sana ada seorang wanita yg sedang memeluk erat anaknya.

“Menurut kalian apakah wanita ini akan melempar anaknya ke dalam api?”
Tetiba tanya beliau pada Sahabatnya.

Maka sahabatnya pun menjawab;
“Tidak akan!”

Lantas lanjut beliau صلى اللّه عليه وسلم;
“Sesungguhnya sayangnya Allah pada hamba-Nya lebih daripada seorang ibu terhadap anaknya yg masih dalam buaian.”
| HR. Bukhari & Muslim

Suatu yg maklum,
Saat anak dalam buaian adalah saat dia mendapatkan sayang yg luar biasa dari kedua orang tuanya,
Digendong,
Dimandikan,
Dipeluk erat,
Disuapi,
Dimanja semanja-manjanya,
Disayang sesayang-sayangnya.

Sang Nabi mengisyaratkan kita untuk memaknai ini,
Bahwa Allah lebih menyayangi kita jauh melebihi sayangnya seorang ibu pd anaknya yg masih dlm buaian.

Jika saja kita memaknai ini,
Maka bermanja pada-Nya akan lebih indah & menyenangkan.
Selayaknya seorang anak kecil yg bermanja & merengek pada ibunya.
بارك الله فيك

Renungan Siang

“SAKIT-NYA SEORANG MUSLIM”

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim menderita sakit kerana suatu penyakit melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya”. (HR Bukhari, Muslim)

Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku pada masa aku sedang sakit, lalu baginda berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang muslim itu membuatkan Allah mengampunkan dosa-dosanya, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran pada emas dan perak”. (HR Abu Daud)

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah” (HR Bukhari-Muslim).

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani).

“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i).

والله أعلم بالصواب

Tks Bro Herdis

Renungan Dhuha

Carilah perhatian Allah dengan mengerjakan yang sunnah..

#DhuhaHariMingguGakBolehMalas

Tks Yaya

Renungan

  السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Bismillahirrohmaanirrohiim
Sabda Rasulullah SAW
“Bersegeralah kamu melakukan amal kebaikan sebelum menemui 7 perkara yang kamu tidak nantikan datangnya Yaitu
*Kefakiran yang melalaikan, 
*Kekayaan yang menyebabkan kamu zalim,
*Sakit yang merusakkan badan,
*Tua yang menggagapkan perkataan,
*Mati yang menghilangkan segala sesuatu,
*Tibanya dajjal atau
*Datangnya kiamat yang lebih dahsyat dan
lebih pahit ujiannya.”
(Hadist riwayat al-Tirmizi)

Ibnu Umar berkata : “Jika engkau berada
di sore hari JANGAN MENUNGGU DATANG NYA PAGI dan jika engkau berada pada waktu pagi hari JANGAN MENUNGGU DATANGNYA SORE. PERGUNAKANLAH MASA SEHATMU sebelum sakit dan MASA HIDUPMU SEBELUM MATI”
(Hadist Riwayat Bukhari No 21/268)

Sahabat2ku: “Perbanyaklah MENGINGAT KEMATIAN. Barangsiapa banyak mengingat mati, maka اللهِ  akan menghidupkan Hatinya
dan meringankan saat sakratul maut.”
(Hadist Riwayat Ad Dailami)

(By Ust. Dr. Hussein Said)

Untuk Di Renungkan

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang bangun di pagi hari dan HANYA dunia yang diPIKIRkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak2 Allah dalam dirinya (TIDAK BERDZIKIR), maka Allah akan menanamkan 4 penyakit ;
1. Ke-BINGUNG-an yang tiada putus-putusnya,
2. Ke-SIBUK-an yang tidak pernah ada ujungnya,
3. KEBUTUHAN yang tidak pernah terpenuhi,
4. KHAYAL-an yang tidak berujung.” (Hadist R ImamThabrani)

“KeKayaan itu bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya itu adalah qalbu (hati) yang selalu merasa cukup.” (Hadist R Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Berfirman Allah (hadits Qudsi): A’uzubillahiminasy syaithonirrojiim “Hai anak Adam, luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku menghindarkan kamu dari kemelaratan. Kalau tidak, Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan kerja dan Aku tidak menghindarkan kamu dari kemelaratan.” (Hadist Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

(Tausyiah Ust. Dr. Hussein Said)

Sumber : http://womenoptimizer.ning.com/profiles/blogs/renungan