Kafan Itu Tak Bersaku

Tak bisa kau masukkan uang se-rupiah pun untuk jadi perbekalan.

Karena kita akan MATI.
Allah tak melihat berapa banyak hartamu.
Tapi apa yang pernah kau beri.

KAFAN itu tak berwarna-warni.
Tak dapat kau fashion-kan ketika kelak tubuhmu terbujur kaku tanpa ada daya upaya.

Karena ketika mati.
Allah tak menilai seberapa indah dan mahal pakaian duniawimu.
Yang kau kenakan tetap kain putih, murah, bahkan tak berjahit.

KAFAN itu tak memiliki tutorial.
Tak butuh kreatifitas ketika dikenakan.
Karena ketika mati.
Allah tak menilai keren atau tidak seorang manusia ketika memakainya.
Pada akhirnya,
pakaian taqwa manusia bukanlah karya designer ternama,
tapi secarik kain putih polos tanpa warna.

IYA…
KAIN KAFAN ITU PUTIH WARNANYA.
Seperti harapan kita semua,
semoga telah putih hatinya dari khilaf dan dosa.
Agar kelak pantas untuk masuk ke dalam Jannah Allah Azza Wa Jalla.

KAIN KAFAN itu sama bagi kita semua.
Sama harganya.
Sama warnanya.
Sama cara pemakaiannya.
Tak bisa kau selipkan apa-apa di dalamnya.
Menutupi sekujur tubuh dari kaki hingga kepala.

LALU…..
MASIH ADAKAH RASA ANGKUH DALAM DIRI KITA?
Menganggap diri lebih mulia daripada segolongan manusia yang lain…?

Astaghfirulllah, ampuni kami ya Rabb….

TUJUAN TERAKHIR KITA SEMUA SAMA

Karena pada akhirnya kita akan dibaringkan di dalam tempat yang sama.

Apapun yang kamu miliki.
Apapun yang kamu peroleh.
Apapun yang kamu dapatkan.
Apapun yang kamu bangga-banggakan.
Apapun yang kamu agung-agungkan.

Semuanya akan kamu tinggalkan!
Ketahuilah wahai sahabatku, Keinginan manusia itu ibarat koin-koin logam.
Semakin banyak keinginanmu, maka semakin berat beban yang kau pikul.

Dan ketahuilah bahwasanya manusia TIDAK AKAN PERNAH PUAS bila ia sendiri tidak mampu untuk mensyukuri.
Jadilah hamba yang menjadikan dunia ini sebagai ladang amal.
Jadilah hamba yang memelihara sifat tawadhu’ di dunia.
Jadilah hamba yang pandai dalam bersyukur.

Taken from WA group MT. Aisyah
#10Agustus2015

Untuk Yang Mau Umroh

Umrah memiliki beberapa keutamaan.

1. Umrah adalah jihad sebagaimana ibadah haji.

‘Aisyah berkata,

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ قَالَ « نَعَمْ عَلَيْهِنَّ جِهَادٌ لاَ قِتَالَ فِيهِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ ».

“Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan ‘umroh.” (HR. Ibnu Majah no. 2901, hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albani).

2. Menghapus dosa di antara dua umrah.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

3. Umrah menghilangkan kefakiran dan menghapus dosa.

Dari Abdullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

Ibadah mulia ini pun dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat baik tatkala beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup atau pun ketika sudah tiada. Ini pun menunjukkan kemuliaan ibadah tersebut.

Semoga Allah mudahkan kita melakukan ibadah yang mulia ini. Wallahu waliyyut taufiq.

SUBHAANALLOOH WA BIHAMDIHI

Referensi: Shahih Fiqh Sunnah.

Road To Makassar

huaaaa Alhamdulillah senangnya bisa menginjakkan kaki lagi di Makassar bareng suami yang orang Bugis, hehehe….
Bayangkan punya suami asli SulSel tapi terakhir kesana tahun 2001…. 13 tahun yang lalu.
Tentu saja banyak perubahan yang saya lihat, mulai dari mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin yang sudah direnovasi menjadi Bandara Internasional, megah sekaliii…beda banget deh dengan 13 tahun yang lalu, ya iya laaah….
langsung deh suami nyuruh saya bergaya, padahal ga bisa bergaya yaa….

Ini dia penampakannya…. tapiiii ceritanya bersambung yaa…

1414193543098

Bandara Hasanuddin Makassar

1414193540837

Bandara Sultan Hasanuddin

bandara

Bandara Internasional

 

8 Kunci Kebaikan

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya diantara manusia itu ada manusia yg menjadi kunci (pembuka) kebaikan dan penutup keburukan…” (HR. Ibnu Majah)
 
Bgmnkah kiat kita agar menjadi kunci kebaikan bagi diri dan org lain?

Syaikh Abdurrozaq bin Abdul Muhsin dlm “al-Jami Lil Buhuts war rasa-il, hal. 569 dan 574” memberikan bbrp kiatnya, yaitu:
1. Ikhlash krn Allah dlm semua perkataan dan perbuatan, karena ikhlash adalah pondasi semua kebaikan dan sumber semua keutamaan.
2. Berdoa dan terus berdoa kepada Allah agar snantiasa diberi hidayah dan taufiq, krn doa adalah kunci semua kebaikan.
3. Berantusias dalam menuntut dan meraih ilmu yg bermanfaat, karena ilmu akan membimbing pemiliknya kepada kebaikan dan akan menjadi tabir dari keburukan.
4. Bersemagat dalam melaksanakan ibadah kapada Allah trutama ibadah2 fardhu, apalagi ibadah sholat, karena ibadah shalat bisa mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.
5. Menghiasi diri dg akhlak2 terpuji dan menjauhi serta menghindari perilaku2 amoral.
6. Bsrteman dan bermajlis dengan orang2 yang baik, karena majlis2 mereka dinaungi oleh para malaikat dan diliputi rahmat, dan jangan lupa untuk menjauhi pergaulan orang2 jahat, karena itu akan membuka peluang syaitan.
7. Senantiasa menasehati oramg2 sepergaulan agar mreka sibuk dengan melakukan perbuatan2 baik dan terhindar dari perbuatan buruk.
8. Gemar melakukan kebaikan dan menjadikan diri sebagai perantara kebaikan bagi org lain.
 
Saat keingingan itu sudah ada dalam hati, kemudian niat baik mendukungnya, lalu diperteguh lagi dengan tekad kuat serta senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dan melakukan sesuatu itu sesuai dg aturannya, maka dengan izin Allah, seseorang akan manjadi kunci kebaikan dan penutup keburukan.  
 
Semoga Allah mejadikan kita termasuk orang2 yang dianugerahi kunci2 kebaikan, Aamiin, karena keberuntungan akan kita dulang. Rasulullah bersabda; “Maka beruntunglah orang yang diberi kunci kebaikan di tangannya oleh Allah ta’ala.” (HR. Ibnu Majah)

Renungan Siang

“SAKIT-NYA SEORANG MUSLIM”

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim menderita sakit kerana suatu penyakit melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya”. (HR Bukhari, Muslim)

Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku pada masa aku sedang sakit, lalu baginda berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang muslim itu membuatkan Allah mengampunkan dosa-dosanya, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran pada emas dan perak”. (HR Abu Daud)

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah” (HR Bukhari-Muslim).

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani).

“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i).

والله أعلم بالصواب

Tks Bro Herdis