Category : Aneka

8 Kunci Kebaikan

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya diantara manusia itu ada manusia yg menjadi kunci (pembuka) kebaikan dan penutup keburukan…” (HR. Ibnu Majah)
 
Bgmnkah kiat kita agar menjadi kunci kebaikan bagi diri dan org lain?

Syaikh Abdurrozaq bin Abdul Muhsin dlm “al-Jami Lil Buhuts war rasa-il, hal. 569 dan 574” memberikan bbrp kiatnya, yaitu:
1. Ikhlash krn Allah dlm semua perkataan dan perbuatan, karena ikhlash adalah pondasi semua kebaikan dan sumber semua keutamaan.
2. Berdoa dan terus berdoa kepada Allah agar snantiasa diberi hidayah dan taufiq, krn doa adalah kunci semua kebaikan.
3. Berantusias dalam menuntut dan meraih ilmu yg bermanfaat, karena ilmu akan membimbing pemiliknya kepada kebaikan dan akan menjadi tabir dari keburukan.
4. Bersemagat dalam melaksanakan ibadah kapada Allah trutama ibadah2 fardhu, apalagi ibadah sholat, karena ibadah shalat bisa mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.
5. Menghiasi diri dg akhlak2 terpuji dan menjauhi serta menghindari perilaku2 amoral.
6. Bsrteman dan bermajlis dengan orang2 yang baik, karena majlis2 mereka dinaungi oleh para malaikat dan diliputi rahmat, dan jangan lupa untuk menjauhi pergaulan orang2 jahat, karena itu akan membuka peluang syaitan.
7. Senantiasa menasehati oramg2 sepergaulan agar mreka sibuk dengan melakukan perbuatan2 baik dan terhindar dari perbuatan buruk.
8. Gemar melakukan kebaikan dan menjadikan diri sebagai perantara kebaikan bagi org lain.
 
Saat keingingan itu sudah ada dalam hati, kemudian niat baik mendukungnya, lalu diperteguh lagi dengan tekad kuat serta senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dan melakukan sesuatu itu sesuai dg aturannya, maka dengan izin Allah, seseorang akan manjadi kunci kebaikan dan penutup keburukan.  
 
Semoga Allah mejadikan kita termasuk orang2 yang dianugerahi kunci2 kebaikan, Aamiin, karena keberuntungan akan kita dulang. Rasulullah bersabda; “Maka beruntunglah orang yang diberi kunci kebaikan di tangannya oleh Allah ta’ala.” (HR. Ibnu Majah)

Renungan Siang

“SAKIT-NYA SEORANG MUSLIM”

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim menderita sakit kerana suatu penyakit melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya”. (HR Bukhari, Muslim)

Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku pada masa aku sedang sakit, lalu baginda berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang muslim itu membuatkan Allah mengampunkan dosa-dosanya, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran pada emas dan perak”. (HR Abu Daud)

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah” (HR Bukhari-Muslim).

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani).

“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i).

والله أعلم بالصواب

Tks Bro Herdis

Renungan Pagi

Makanan Yang Halal Salah Satu Terkabulnya Doa

Permasalahan halal dan haram sangat penting sekali bagi seorang muslim terkait masalah doa yg terkabul.

Abu Hurairoh رضي الله عنه menyampaikan bahwa Rasululloh صلى اللّه عليه وسلم bersabda,
 “Sesungguhnya Alloh سبحانه وتعالى itu baik, tidak menerima kecuali yang baik, dan Alloh memerintahkan kepada orang-orang mukmin dengan apa yang diperintahkannya kepada para rasul dalam firman-Nya: ‘Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’” (QS. al-Mu’minun: 51).
Dan juga Ia berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu.” (QS. al-Baqarah: 172). 
Kemudian beliau – صلى اللّه عليه وسلم -menyebutkan seorang laki-laki yang kusut warnanya seperti debu mengulurkan kedua tangannya ke langit sambil berdo’a: ‘Ya Robb, Ya Robb,’ sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, makanannya haram, maka bagaimana mungkin orang tersebut dikabulkan permohonannya?! (HR. Muslim)

Ibnu Rajab رحمه الله berkata, “Hadits ini menunjukkan bahwa amal tidak diterima dan tidak suci kecuali dengan memakan makanan yang halal. Sedangkan memakan makanan yang haram dapat merusak amal perbuatan dan membuatnya tidak diterima” (Jami al ‘ulum wal hikam)

Jika doa-doa kita tak jua terkabul… “Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya.” (QS. ‘Abasa: 24)

وَاللّهُ أعلَم بِالصَّوَاب

Renungan Shaum

• Pemanfaatan Waktu Untuk Berdoa • 

Dalam al-Qur’an ketika Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang Ramadhan dalam al-Baqarah: 183-185, Allah سبحانه وتعالى langsung lanjutkan dengan firman-Nya:
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. al-Baqarah[2]: 186)

| Ini merupakan isyarat agar kita memperbanyak doa pada bulan Ramadhan karena saat itu adalah waktu yang mustajab dalam berdoa.

Namun seringkali waktu-waktu mustajab ini dilalaikan terutama di dua waktu yang istimewa, yaitu:

Waktu sahur, sebagaimana firman-Nya:
“Dan pada waktu sahur mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Al-Dzariyat[51]: 18)

Dan pada saat berbuka, sebagaimana sabda Nabi صلى اللّه عليه وسلم:
“Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: orang puasa sampai ia berbuka, imam yang adil, dan doa orang yang dizalimi.” (HR. Al-Tirmidzi)

Jangan sampai dilalaikan sehingga terlewat waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa.

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan.”
(QS. Ghofir [40] : 60)

والله أعلم بالصواب

Renungan Dhuha

Mulutmu Harimaumu..

Hati-hati dalam berbicara..
Jangan sampai ucapan kita menyakiti orang lain. Ingat, semuanya akan ditimbang di hari akhir..

#Dhuha (Tks Yaya)