Archive for August, 2015

Asyiknya Bermanja pada-Nya

Suatu hari,
Saat Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم mengunjungi para tawanan perang,
Di sana ada seorang wanita yg sedang memeluk erat anaknya.

“Menurut kalian apakah wanita ini akan melempar anaknya ke dalam api?”
Tetiba tanya beliau pada Sahabatnya.

Maka sahabatnya pun menjawab;
“Tidak akan!”

Lantas lanjut beliau صلى اللّه عليه وسلم;
“Sesungguhnya sayangnya Allah pada hamba-Nya lebih daripada seorang ibu terhadap anaknya yg masih dalam buaian.”
| HR. Bukhari & Muslim

Suatu yg maklum,
Saat anak dalam buaian adalah saat dia mendapatkan sayang yg luar biasa dari kedua orang tuanya,
Digendong,
Dimandikan,
Dipeluk erat,
Disuapi,
Dimanja semanja-manjanya,
Disayang sesayang-sayangnya.

Sang Nabi mengisyaratkan kita untuk memaknai ini,
Bahwa Allah lebih menyayangi kita jauh melebihi sayangnya seorang ibu pd anaknya yg masih dlm buaian.

Jika saja kita memaknai ini,
Maka bermanja pada-Nya akan lebih indah & menyenangkan.
Selayaknya seorang anak kecil yg bermanja & merengek pada ibunya.
بارك الله فيك

Kafan Itu Tak Bersaku

Tak bisa kau masukkan uang se-rupiah pun untuk jadi perbekalan.

Karena kita akan MATI.
Allah tak melihat berapa banyak hartamu.
Tapi apa yang pernah kau beri.

KAFAN itu tak berwarna-warni.
Tak dapat kau fashion-kan ketika kelak tubuhmu terbujur kaku tanpa ada daya upaya.

Karena ketika mati.
Allah tak menilai seberapa indah dan mahal pakaian duniawimu.
Yang kau kenakan tetap kain putih, murah, bahkan tak berjahit.

KAFAN itu tak memiliki tutorial.
Tak butuh kreatifitas ketika dikenakan.
Karena ketika mati.
Allah tak menilai keren atau tidak seorang manusia ketika memakainya.
Pada akhirnya,
pakaian taqwa manusia bukanlah karya designer ternama,
tapi secarik kain putih polos tanpa warna.

IYA…
KAIN KAFAN ITU PUTIH WARNANYA.
Seperti harapan kita semua,
semoga telah putih hatinya dari khilaf dan dosa.
Agar kelak pantas untuk masuk ke dalam Jannah Allah Azza Wa Jalla.

KAIN KAFAN itu sama bagi kita semua.
Sama harganya.
Sama warnanya.
Sama cara pemakaiannya.
Tak bisa kau selipkan apa-apa di dalamnya.
Menutupi sekujur tubuh dari kaki hingga kepala.

LALU…..
MASIH ADAKAH RASA ANGKUH DALAM DIRI KITA?
Menganggap diri lebih mulia daripada segolongan manusia yang lain…?

Astaghfirulllah, ampuni kami ya Rabb….

TUJUAN TERAKHIR KITA SEMUA SAMA

Karena pada akhirnya kita akan dibaringkan di dalam tempat yang sama.

Apapun yang kamu miliki.
Apapun yang kamu peroleh.
Apapun yang kamu dapatkan.
Apapun yang kamu bangga-banggakan.
Apapun yang kamu agung-agungkan.

Semuanya akan kamu tinggalkan!
Ketahuilah wahai sahabatku, Keinginan manusia itu ibarat koin-koin logam.
Semakin banyak keinginanmu, maka semakin berat beban yang kau pikul.

Dan ketahuilah bahwasanya manusia TIDAK AKAN PERNAH PUAS bila ia sendiri tidak mampu untuk mensyukuri.
Jadilah hamba yang menjadikan dunia ini sebagai ladang amal.
Jadilah hamba yang memelihara sifat tawadhu’ di dunia.
Jadilah hamba yang pandai dalam bersyukur.

Taken from WA group MT. Aisyah
#10Agustus2015