Archive for September, 2014

8 Kunci Kebaikan

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda; “Sesungguhnya diantara manusia itu ada manusia yg menjadi kunci (pembuka) kebaikan dan penutup keburukan…” (HR. Ibnu Majah)
 
Bgmnkah kiat kita agar menjadi kunci kebaikan bagi diri dan org lain?

Syaikh Abdurrozaq bin Abdul Muhsin dlm “al-Jami Lil Buhuts war rasa-il, hal. 569 dan 574” memberikan bbrp kiatnya, yaitu:
1. Ikhlash krn Allah dlm semua perkataan dan perbuatan, karena ikhlash adalah pondasi semua kebaikan dan sumber semua keutamaan.
2. Berdoa dan terus berdoa kepada Allah agar snantiasa diberi hidayah dan taufiq, krn doa adalah kunci semua kebaikan.
3. Berantusias dalam menuntut dan meraih ilmu yg bermanfaat, karena ilmu akan membimbing pemiliknya kepada kebaikan dan akan menjadi tabir dari keburukan.
4. Bersemagat dalam melaksanakan ibadah kapada Allah trutama ibadah2 fardhu, apalagi ibadah sholat, karena ibadah shalat bisa mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.
5. Menghiasi diri dg akhlak2 terpuji dan menjauhi serta menghindari perilaku2 amoral.
6. Bsrteman dan bermajlis dengan orang2 yang baik, karena majlis2 mereka dinaungi oleh para malaikat dan diliputi rahmat, dan jangan lupa untuk menjauhi pergaulan orang2 jahat, karena itu akan membuka peluang syaitan.
7. Senantiasa menasehati oramg2 sepergaulan agar mreka sibuk dengan melakukan perbuatan2 baik dan terhindar dari perbuatan buruk.
8. Gemar melakukan kebaikan dan menjadikan diri sebagai perantara kebaikan bagi org lain.
 
Saat keingingan itu sudah ada dalam hati, kemudian niat baik mendukungnya, lalu diperteguh lagi dengan tekad kuat serta senantiasa memohon pertolongan kepada Allah dan melakukan sesuatu itu sesuai dg aturannya, maka dengan izin Allah, seseorang akan manjadi kunci kebaikan dan penutup keburukan.  
 
Semoga Allah mejadikan kita termasuk orang2 yang dianugerahi kunci2 kebaikan, Aamiin, karena keberuntungan akan kita dulang. Rasulullah bersabda; “Maka beruntunglah orang yang diberi kunci kebaikan di tangannya oleh Allah ta’ala.” (HR. Ibnu Majah)

Renungan Siang

“SAKIT-NYA SEORANG MUSLIM”

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah seorang muslim menderita sakit kerana suatu penyakit melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya”. (HR Bukhari, Muslim)

Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjengukku pada masa aku sedang sakit, lalu baginda berkata. ‘Gembirakanlah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang muslim itu membuatkan Allah mengampunkan dosa-dosanya, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran pada emas dan perak”. (HR Abu Daud)

“Tiada seorang mu’min yang ditimpa oleh lelah atau pe­nyakit, atau risau fikiran atau sedih hati, sampaipun jika terkena duri, melainkan semua penderitaan itu akan di­jadikan penebus dosanya oleh Allah” (HR Bukhari-Muslim).

“Jika sakit seorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya,” (HR Ath-Thabarani).

“Penyakit panas itu menjaga tiap mu’min dari neraka, dan panas semalam cukup dapat menebus dosa setahun,” (HR Al-Qadha’i).

والله أعلم بالصواب

Tks Bro Herdis